Marak Pergaulan Bebas Pelajar Di Era Sekarang

Di era sekarang ini, baik di televisi dan media sosial banyak sekali berita tentang kejadian di luar nalar. Seperti halnya pernikahan dini, hamil di luar nikah, pembunuhan, penculikan, dan maraknya pemakaian narkoba. Parahnya, kejadian tersebut dilakukan oleh remaja yang usianya ± 17 tahun. Dan ya, pasti ada alasan mendasar yang menjadikan remaja melakukan suatu hal yang tidak seharusnya mereka lakukan. Faktor utama dari alasan mendasar itu adalah pergaulan yang terlalu bebas, sehingga remaja tidak terlalu memikirkan hal yang positif dan negatif. Akhir-akhir ini di televisi ataupun media sosial, kenakalan remaja semakin meraja lela di penjuru negara Indonesia. Hal tersebut didasari karena peran orang tua yang tidak dianggap atau kurang tegasnya orang tua dalam mendidik anak-anak. Padahal, dengan peran orang tua yang tidak membatasi pergaulan anak-anaknya baik itu dengan orang sekitar atau teman-temannya akan menyebabkan anak tersebut semakin merasa dirinya bebas, membangkang, dan berani dalam melawan nasihat orang tua. 

Anak-anak yang sudah tercandu dengan pergaulan bebas akan mengubah karakter dari diri mereka sendiri. Contohnya banyak orang tua yang tidak memikirkan apa risiko dari anak-anak jika mereka bergaul dengan sangat bebas. Selain itu, timbul jiwa ketakutan orang tua jika terlalu mengekang anak-anak mereka dari pergaulan bebas akan menimbulkan suatu temperamen dari diri anak-anak yang dimana mereka akan melakukan hal di luar batas, yaitu membunuh. Tidak satu atau dua kali kejadian seperti itu. Mereka melakukan itu karena bising mendengar ocehan dari mulut orang tua mereka yang melarang ini itu. Ada juga, ketika mereka ditangkap polisi, bukannya merasa jera mereka merasa sangat senang karena sudah melakukan pembunuhan kepada kedua orang tuanya. 

Tetapi, kita tidak boleh melewatkan satu hal, yaitu masa remaja adalah masa yang kehidupan mereka bersifat peralihan dan tidak mantap. Maksudnya, remaja saat ini rawan akan pengaruh-pengaruh negatif, seperti narkoba, kriminal, dan kejahatan seks. Masa remaja juga masa dimana anak-anak akan dilepas dari perhatian orang tuanya dengan tujuan agar anak-anak mereka bergaul dengan teman sebayanya atau adaptasi dengan orang sekitar. Sebenarnya, masa kecil ataupun masa remaja seorang anak tidak boleh lepas dari pengawasan orang tua. Orang tua yang tidak paham jika mereka melepaskan anak-anaknya untuk bergaul dengan orang lain akan menjadikan sebuah boomerang bagi anak-anak dan keluarganya. Karena pada masa peralihan, seorang anak akan sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya dan tumbuh rasa ingin tahu anak terhadap lingkungannya semakin besar. Oleh karena itu, kewaspadaan orang tua terhadap anak sangat penting dari pada mereka akan salah jalan jika kurangnya kewaspadaan tersebut. 

Berbicara tentang remaja, tidak akan cukup jika dijabarkan dengan rangkaian per kata. Remaja adalah sebuah kata yang tidak asing di telinga kita. Masa remaja adalah masa yang dimana remaja akan membentuk karakter dari diri mereka dan mulai mencari nilai-nilai hidup. Masa remaja sebenarnya tidak boleh disia-siakan begitu saja. Masa remaja seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh hal-hal yang positif. Jika masa remaja dihabiskan dengan hal yang negatif, akan menjadikan masa remaja yang sangat indah akan hancur dalam sekejap. Jadikan karakter masa remaja itu baik dan benar, karena karakter yang kita miliki di masa remaja akan kita bawa sampai di masa tua nanti .

Dari yang saya ketahui, marak kasus-kasus yang tiada habisnya dari pergaulan bebas oleh remaja di jenjang SMA. Satu yang saya tahu adalah banyaknya siswa SMA yang mengajukan dispensasi nikah. SMA yang seharusnya sebagai tempat mencari ilmu sebanyak mungkin, bukan malah menjadikan SMA dicap buruk oleh masyarakat sekitar dengan tingkah siswa yang makin hari makin di luar nalar. Tidak satu atau dua siswa SMA yang mengajukan, tetapi secara massal. Apa yang menjadi alasan mereka mengajukan hal tersebut secara massal?. Saya membaca di beberapa artikel berita, alasannya tidak lepas dari mereka yang hamil diluar nikah. Selain itu, ada juga alasan pacaran yang mungkin mereka menjalani hubungan pacaran yang sudah terlanjur lama dan melahirkan. Padahal pernikahan dini tidak pantas untuk anak SMA yang bukan waktunya mereka menjalankan sebuah pernikahan. 

Kehidupan sebuah pernikahan dan berumah tangga adalah suatu kehidupan sosial yang akan ditempuh oleh setiap manusia di masa mendatang. Pengaruh modernisasi dan teknologi sudah mengurangi arti dari kehidupan tersebut karena adanya kehidupan bebas dan free sex sehingga kehidupan berkeluarga tidak dianggap penting. Mengenai pergaulan bebas dan free sex saat ini sedang panas dibicarakan, karena banyaknya media dan tempat hiburan yang mendukungnya. Seperti televisi swasta yang dengan sengaja membuat acara yang dapat memancing gairah seks remaja terutama remaja sekolah. Film-film remaja sekolah yang kebanyakan bergenre cinta dan romance yang selalu di tontonnya dapat membuat remaja semakin terbawa perasaan dan tumbuh rasa ingin mencoba menyukai atau menjalani hubungan dengan lawan jenis. 

Sekolah bukan ditempatkan sebagai ajang percintaan apalagi jika remaja sekolah didorong oleh televisi swasta dengan acara-acara yang tidak penting dapat menjadikan kualitas siswa semakin menurun. Di zaman ini, banyak sekali siswa wanita baik itu SMP maupun SMA yang mengutamakan mempercantik dirinya bagaikan seorang selebriti di televisi. Ada pula aplikasi online yang sekedar dijadikan sebagai tempat untuk mencari teman. Tujuan mereka bukan hanya mencari teman, tetapi mereka akan memulai sebuah proses dimana akan menyukai dan kemudian hawa nafsu mereka menimbulkan untuk mencoba sesuatu yang baru. Sehingga dapat kita pastikan akan membawa siswa terutama wanita tersebut hamil. Iya, jika laki-laki itu bertanggung jawab, jika sebaliknya? Wanita akan mencelakai janin yang tidak berdosa itu di dalam rahimnya. 

Remaja sekarang ini apa tidak merasakan kalau mereka merugikan diri sendiri? Padahal mereka hidup dalam negara Pancasila dimana sila ke satu yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa sangat dijunjung tinggi. Dengan maksud, mereka telah mengikis jiwa beragama generasi muda ini. Jika seks bebas banyak dilakukan oleh remaja, maka mereka akan menghancurkan generasi muda itu sendiri dan merusak generasi selanjutnya. Karena itu, perlu adanya bimbingan atau sosialisasi kepada remaja tentang masalah perkawinan yang tentunya didasarkan kepada agama yang dianutnya. Untuk lebih detailnya, remaja perlu adanya ahli konseling keluarga yang memahami aspek psikologis dan sosial dari perkawinan. Dari ahli konseling tersebut remaja akan memperoleh sebuah informasi yang nantinya akan menempuh jenjang pernikahan dengan persiapan diri secara fisik, mental, emosional, dan sosial. 

Masa remaja adalah masa yang sifat-sifat negatif sedikit berkurang yang kemudian diganti dengan timbulnya ide-ide baru tentang hidup berdiri sendiri, melepaskan diri dari orang tua, dan kebebasan dalam memilih jalan hidup sendiri. Yang menonjol pada remaja saat ini adalah bekerjanya kelenjar seks dengan aktif sehingga tampak perubahan tingkah laku. Untuk mencari kepuasan seks seharusnya dengan menikah. Tetapi hal hidup dalam berumah tangga belum mungkin bagi remaja karena mereka belum sanggup berdiri sendiri dalam segi ekonomi dan pada umumnya masih bergantung dengan orang tua. Di samping itu, undang-undang perkawinan membatasi umur perkawinan. Tradisi masyarakat modern adalah panjangnya usia remaja dan pernikahan muda dianggap kurang baik karena mungkin menyebabkan tidak matangnya keturunan nantinya. Namun terdapat ajaran sesat dimana remaja jika lapar seks bisa dihilangkan dengan cara hubungan seks di luar nikah dengan alasan mengatasi stres dan frustasi. Padahal cara tersebut dapat membahayakan generasi muda dan besar kemungkinan dapat menimbulkan penyakit kelamin. 

Tetapi dengan beberapa upaya, kita pasti bisa mengurangi ataupun bisa menghentikan kegiatan pernikahan pada usia muda, seperti menyediakan pendidikan formal memadai, pentingnya sosialisasi tentang pendidikan seks, dan pemberlakuan perundang-undangan dalam negeri. Tidak kalah pentingnya kita harus memiliki mental yang kuat dalam menghadapi segala hal agar tidak terjerumus dan merusak masa depan contohnya pergaulan. Kita adalah penerus generasi selanjutnya, sudah seharusnya kita bisa menyaring hal yang baik dan buruk bagi kita. Jika sudah tidak bisa diperbaiki dan memang pernikahan dini adalah jalan satu-satunya, walaupun pernikahan dini bukanlah jalan yang tepat untuk kehidupan kita terus berjalan baik tetapi, kita bisa mengajukan hak anak di dalam negara kita. Di negara Indonesia, kita dapat melanjutkan pendidikan yang tetap normal dan tidak harus menikah dini tetapi, kita pasti diberikan sebuah spensasi dalam beberapa bulan untuk penyesuaian diri. Maka dari itu, kita bisa tetap menjalani hidup agar lebih terarah.




Daftar Pustaka

Sofyan, Ainun. 2013. Pergaulan Bebas yang Menjerumuskan Remaja

Willis, Sofyan S. 2014. Remaja & Masalah. Bandung: Penerbit Alfabeta


Komentar